29 April 2026
Tingkatkan Iman Melalui KIARA, SMKN 2 Leles Teladani Kisah Pengurbanan Nabi Ismail
Lapangan serba guna SMKN 2 Leles tampak berbeda pada Rabu pagi (29/04/2026). Di bawah cuaca cerah yang mendukung, ratusan warga sekolah berkumpul dengan khidmat untuk mengikuti program rutin KIARA (Kibarkeun Iman Amalkeun Rukun Agama).
Kegiatan spiritual ini diawali dengan pelaksanaan Salat Dhuha secara munfarid (masing-masing) yang diikuti oleh jajaran guru, staf Tata Usaha (TU), hingga para pelajar. Suasana hening dan tenang menyelimuti lapangan saat seluruh jamaah tenggelam dalam doa, memohon keberkahan untuk aktivitas belajar mengajar di sekolah.
Meneladani Kisah Nabi Ismail:
Puncak acara KIARA kali ini diisi dengan tausyiah inspiratif oleh Guru Agama SMKN 2 Leles, Kyai Hadudin, S.Pd.I. Dalam penyampaiannya, beliau mengupas tuntas "lalakon" atau sejarah besar di balik perintah penyembelihan hewan kurban yang melibatkan ketaatan luar biasa Nabi Ismail AS dan Nabi Ibrahim AS.
"Kisah ini bukan sekadar ritual tahunan, tapi merupakan simbol kepatuhan mutlak seorang hamba kepada Sang Pencipta. Dari sini kita belajar tentang keikhlasan dan kesabaran dalam menjalankan perintah agama," ujar Kyai Hadudin di hadapan para hadirin.
Memahami Makna Hari Tasyrik
Selain membahas sejarah kurban, Kyai Hadudin juga menjelaskan pentingnya pemahaman mengenai Hari Tasyrik. Beliau mengajak seluruh keluarga besar SMKN 2 Leles untuk memanfaatkan momen-momen istimewa dalam kalender Islam tersebut sebagai sarana meningkatkan kualitas iman dan takwa.
Beliau menekankan bahwa pintu menuju rida Allah SWT sangatlah luas. "Banyak cara ibadah yang bisa kita lakukan untuk meraih rida Allah SWT. Mulai dari disiplin belajar, menghormati guru, hingga menjaga solidaritas antar sesama, semuanya jika diniatkan karena Allah akan bernilai pahala," tambahnya.
Melalui program KIARA ini, SMKN 2 Leles berkomitmen tidak hanya mencetak lulusan yang kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki karakter religius yang kuat dan berakhlakul karimah. (Ramdan)